Welcome!

Read it, dude! Enjoy keep woles :)

Sabtu, 20 Oktober 2012

since 1 apryl '10



Yap gue pengen banget cerita soal kisah cinta di SMA, mungkin dari kalian menilai kisah SMA itu kisah yang paling indah. Tapi buat gue ga terlalu tuh karena gue termasuk anak-anak bandel disekolah hahahaha pengen bgt dibilang bandel ya gue.
kira2 tahun 2010 saat gue selalu dan setiap hari gue berkutat dengan jejaring sosial yg lagi jadi trendsetter di kalangan anak muda sampai orang tua sampai juga manusia lanjut usia hehehehe. Nah saat itu gue sering banget banget buaaaaangett haahaha chat facebook sama perempuan yg nama akunnya Linbob Nanmie, oh ternyata dia anak sess*t juga satu SMA sama gue (sebelum gue di drop out). Banyak obrolan2 bodoh yg gue bicarain di chat fb sama dia mulai dari musik, game online, sampe comblangin temennya sama temen nongkrong gue di warung belakang sekolah. Nyaman bgt gue ngobrol sama dia biarpun cuma lewat chat dan kalo ketemu doi malu2 hahhahaha.
sreeeeeeett langsung aja gue tukeran nomor hp sama dia, yaudah setiap hari gue smsan sama dia, wall antar dinding facebook sama dia, setelah gue berpikir matang2 dan mencari momen yg tepat sampe gue tungguin dia abis latihan SS (salah satu ekskul di SMA gue *sinar suci). Sampai gue sama dia bela belain begadang buat nonton bola dan taruhan susu kaleng b*a*r brand.
Nah klimaks pun terjadi, gue yg berparas besar, berlemak, jerawatan, suka dengan musik2 bising penuh distorsi tapi deg degan buat menyatakan cinta ke seorang perempuan *culun bgt lau bleh!hahahaha.
Pas bgt tanggal 1 april 2010 oke keputusan gue udah bulat bgt pokoknya bulet bgt  kaya muka mbob waktu itu hehehehe.
Pertama, gue curhat tentang masalah2 gue di sekolah dan guru guru anjing yg membenci gue, pdahal nilai gue ya ga jelek juga, patut dibanggakan lah nilai2 akademik gue sehari hari hehehe pamer dikit. Dan pembicaraan kedua, gue bilang ke mbob kalo gue mau pindah emmmhhh mata seorang wanita ga pernah bohong ya ternyata, gue masih inget banget dia bilang "yah bleh jangan pindah dulu..." kata2 yg kepotong kata2 yg gue pikir harus ada lanjutannya, dia ga mau gue pergi itu intinya. 
Ya dia punya perasaan sama juga apa yg gue rasa. 2 setengah jam berlalu setelah bla...bla...bla..gue tembak dia eh dia jawabnya "yaudah kita jalanin aja dulu ya bleh".

Oh ya ini nih foto gue sama mbob pas kita jalan2 ke pantai Cibagedur, Banten pantai yg paling indah dan suatu saat kita pasti kesana lagi! :
 

Ini hadiah ulang tahun buat mbob, gambar mbob versi manga yang dibuat pake pensil terus gue bingkai deh hehehe.
     
*Ini ucapan ulang tahun buat mbob dari gue dengan tulisan dokter klinik umum hehehe.  

* Dan ini boneka spongebob kado hadiah pertama dari gue di ulang tahunnya yang ke - 17 :





Udah banyak banget cerita yang kita buat sebuah novel kehidupan yg kisahnya menyenangkan, sedih, air mata, kekecewaan, sampai tertawa lepas berdua seperti anak kecil yg baru di kasih hadiah sepeda baru dari otang tuanya. pokoknya udah bnyak banget cerita yg kita jalanin berdua mau itu suka mau itu susah kita masih bertahan sampai sekarang. Kita udah tulis cerita kita berdua selama 2 tahun 7 bulan dengan darah, keringet, amarah juga air mata. 
Semoga Tuhan terus buat kita bertahan jdi sepasang sahabat sejati yg hidup bersama sampai rambut gue jadi putih, kulit gue yg mulai mengeriput dan punya 1 anak laki-laki & 1 anak perempuan. long last for us, marlinda. I miss you so much, you:r my fairy & be really smile with me. I believe you so..and i wanna love you until i die. 
Rada lebay sih tapi namanya dari hati, contoh film The Godfather mafia dingin, kejam tapi dia cinta banget sma istri dan keluarganya :)
Ini foto2 yg diabadikan berdua dengan mbob sampai tahun ini loh :

 
  
                                     
                                                                                                              
  






Rabu, 17 Oktober 2012

Respect For Hooligan Indonesia

Semua keributan, kericuhan, adu mulut saling ejek sampai aksi rasis dan saling baku hantam terjadi di dalam dan luar lapangan yang mengatas namakan sepak bola. Para supporter sepak bola yang fanatik dan bisa di bilang cinta setengah mati dengan tim kesayangan yang dibela dan didukungnya telah menjadi bumbu realitas sebuah hiburan olahraga nomor satu di planet bumi ini.
Ya...bisa dibilang di Indonesia budaya sub-culture hooligan dari tanah Inggris raya sudah menjamur dan berkembang biak di kehidupan para suporter fanatik sepak bola. Inggris dengan titel dan pengakuan sebuah negeri sepak bola modern menjadikan sepak bola sebagai hiburan atau mungkin sudah dianggap sebagai the second religion masyarakat disana. Budaya hooligan yang fanatik dengan tim kesayangannya menjadi momok yang disegani di dalam maupun di luar stadion, aksi anarkis mereka dengan kubu suporter lawan tak bisa dielakan apabila bentrok atau tim kesayangan mereka kalah dalam pertandingan.
Oke, bicara sepak bola di liga Inggris dengan segudang pemain top dan gaji yang besar membuat pasang mata di dunia ini terhibur dengan gaya permainan cepatnya yang biasa disebut kick & rush. Mungkin beda 180 derajat dengan gaya permainan sepak bola di negeri kita tercinta Indonesia, dengan adanya dualisme liga dan carut marutnya kepengurusan asosiasi sepak bola negeri ini membuat kita bingung dan banyak hujan kritik sampai caci maki yang keluar dari para pecinta olahraga spartan ini.
Dari sisi lain kebobrokan itu, suporter sepak bola di Indonesia ga kalah kompak dan kreatif dengan suporter di negeri Inggris sana, dengan animo penonton yang sangat besar Indonesia juga termasuk memiliki suporter fanatik loh. Dengan munculnya budaya hooligan yang diadopsi dari Inggris, ultras dari Italia dan barabravas dari argentina makin menambah ragam sikap fanatisme dari tiap tim. 
Bentrok antar suporter tidak terelakan sampai ada nyawa yang melayang karena rasa fanatisme dan harga diri tim yang dibelanya. itulah negara ini, apa mungkin dari nenek moyang saat zaman kerajaan dulu doyan perang dan saling bunuh satu sama lain?hahahaha. Ya semua sikap anarkis, rivalitas yang sangat kental hingga sikap angkuh untuk saling  menjadi pemenang lebih ditunjukkan di kalangan suporter ketimbang suatu kualitas permainan yang harusnya lebih ditingkatkan. Itulah sepak bola, olahraga yang paling keras butuh mental baja dan fisik 1000% di lapangan untuk meraih 3 poin, mengangkat sebuah trofi titel juara sisanya adalah uang yang nominalnya sangat besar sebagai imbalannya.
Suporter sepak bola hanya menginginkan kemenangan di setiap pertandingan dan ga lebih dari itu. Untuk masalah rivalitas mungkin itu sebagai bagian dari adrenalin kerasnya olahraga ini, permainan yang keras dan para pendukung yang berjiwa keras membela harga diri tim kesayangannya sampai mempertaruhkan keselamatan nyawanya. Seharusnya pemilik tim tidak memandang sebuah kelompok hooligan, ultras dll. dengan sebelah mata, karena mereka orang-orang itu yang membela mati matian saat harga diri tim jatuh dan siap untuk mengangkatnya kembali dengan kepalan tangan yang mereka miliki. STAND YOU'R GROUND & KEEP YOU'R FAITH!!

Krisis Penindasan Kapitalisme

Krisis Kapitalisme/Imperialisme semakin memperparah penindasan terhadap rakyat. KELAS BURUH semakin diperas kapitalis terutama dengan politik upah murah melalui Labor Market Flexibility (Fleksibilitas Pasar Buruh). Ini menyebabkan sistem kerja kontrak dan outsourcing merajalela. Buruh bisa dibayar semurah-murahnya dan bisa dipecat sewaktu-waktu.
KAUM TANI juga semakin ditindas. Perampasan tanah dan penembakan terhadap kaum tani terjadi dimana-mana. Sebab di bawah krisis kapitalisme/imperialisme, kalangan feodalisme/tuan tanah semakin menggencarkan penindasannya. Baik tuan tanah tradisional maupun tuan tanah modern berupa perusahaan-perusahaan perkebunan.
Sedangkan PEMUDA-MAHASISWA juga kian disudutkan oleh praktek komersialisasi pendidikan dimana pendidikan semakin mahal namun semakin tidak bermutu. Komersialisasi pendidikan yang disebabkan perjanjian asing menyebabkan pendidikan berwatak 1) Nalar anti nalar, 2) Diskriminatif, dan 3) Anti-rakyat.
Tidak hanya terhadap Kelas buruh, kaum tani, dan pemuda-mahasiswa, penindasan juga makin gencar dirasakan KAUM MISKIN KOTA. Penggusuran terhadap pedagang pasar dan pedagang kaki lima marak dimana-mana. Sedangkan pedagang warung dan toko kelontong semakin bangkrut karena minimarket yang merambah kota hingga desa.
Sudah semakin tampak musuh-musuh rakyat saat ini.
1. IMPERIALISME sebagai tahapan tertinggi KAPITALISME yang mewujudkan penjajahan terhadap Indonesia melalui penguasaan aset-aset kita, jeratan hutang, dan penghisapan modal asing.
2. KAPITALISME-BIROKRASI&BORJUASI KOMPRADOR Persekutuan antara kapitalis yang menumpuk keuntungan melalui penguasaannya terhadap birokrasi di semua tingkat pemerintahan dengan kalangan kapitalis yang berkolaborasi dengan imperialisme untuk menghisap rakyat.
3. FEODALISME - Kalangan tuan tanah baik tuan tanah tradisional maupun tuan tanah baru dalam bentuk perusahaan perkebunan pemonopoli tanah yang menindas kaum tani.

Politik Sayap Kiri

Apa itu kiri? Istilah kiri merupakan salah satu istilah yang paling sering digunakan untuk menggolongkan seseorang atau suatu pihak. Apakah ia berada di sayap kiri atau sayap kanan. Termasuk bagaimana sikap dan pandangannya terhadap suatu rezim dan sistem yang berlaku.

Kalau kita hendak mengacu pada penjelasan kebahasaan, dengan mudah kita akan menemukannya di kamus dimana Kiri adalah ” …sebutan kepada partai (golongan) berhaluan sosialisme yang lama yang menghendaki perubahan secara radikal (terkait politik, partai, dan sebagainya)[1]”. Namun disini saja kita sudah dibawa ke istilah baru, yaitu sosialisme, dan juga ungkapan “menghendaki perubahan secara radikal”. Apa yang hendak diubah kalangan Kiri atau kelompok Sosialis? Secara lebih detil Kiri atau politik Sayap Kiri merupakan kaum dengan pandangan mendukung perubahan sosial untuk menciptakan masyarakat yang lebih setara atau egaliter[2]. Kaum Kiri ini umumnya menaruh perhatian dan kepedulian pada mereka yang dirugikan dan ditindas akibat tatanan masyarakat yang tidak adil. Sehingga Kaum Kiri bermaksud untuk mengurangi atau menghapus sistem tersebut. Sementara Kaum Kanan di sisi lain, memandang ‘ketidaksetaraan’ tersebut sebagai sesuatu yang alami atau merupakan suatu tradisi (yang perlu dilestarikan).

Tentu saja karena suatu rezim dan suatu sistem berlaku pada suatu tahapan historis dengan konteks tertentu, maka pandangan sayap kiri terhadapnya juga merupakan refleksi dari identitas kiri yang berbeda pula dengan Kiri dalam sistem dan rezim yang berlainan pula. Sehingga membahas Kiri saat ini, tidak bisa dilepaskan dari Kiri di hari kemarin, di dasawarsa terdahulu, dan di masa awal ketika istilah Kiri (dan Kanan muncul). Dengan kata lain kita akan membahas istilah Kiri, dari awal kelahirannya, tepatnya di masa Revolusi Perancis.