Krisis Kapitalisme/Imperialisme semakin memperparah penindasan
terhadap rakyat. KELAS BURUH semakin diperas kapitalis terutama dengan
politik upah murah melalui Labor Market Flexibility (Fleksibilitas Pasar
Buruh). Ini menyebabkan sistem kerja kontrak dan outsourcing
merajalela. Buruh bisa dibayar semurah-murahnya dan bisa dipecat
sewaktu-waktu.
KAUM TANI juga semakin ditindas. Perampasan tanah dan penembakan
terhadap kaum tani terjadi dimana-mana. Sebab di bawah krisis
kapitalisme/imperialisme, kalangan feodalisme/tuan tanah semakin
menggencarkan penindasannya. Baik tuan tanah tradisional maupun tuan
tanah modern berupa perusahaan-perusahaan perkebunan.
Sedangkan PEMUDA-MAHASISWA juga kian disudutkan oleh praktek
komersialisasi pendidikan dimana pendidikan semakin mahal namun semakin
tidak bermutu. Komersialisasi pendidikan yang disebabkan perjanjian
asing menyebabkan pendidikan berwatak 1) Nalar anti nalar, 2)
Diskriminatif, dan 3) Anti-rakyat.
Tidak hanya terhadap Kelas buruh, kaum tani, dan pemuda-mahasiswa,
penindasan juga makin gencar dirasakan KAUM MISKIN KOTA. Penggusuran
terhadap pedagang pasar dan pedagang kaki lima marak dimana-mana.
Sedangkan pedagang warung dan toko kelontong semakin bangkrut karena
minimarket yang merambah kota hingga desa.
Sudah semakin tampak musuh-musuh rakyat saat ini.
1. IMPERIALISME sebagai tahapan tertinggi KAPITALISME yang mewujudkan
penjajahan terhadap Indonesia melalui penguasaan aset-aset kita, jeratan
hutang, dan penghisapan modal asing.
2. KAPITALISME-BIROKRASI&BORJUASI KOMPRADOR Persekutuan antara
kapitalis yang menumpuk keuntungan melalui penguasaannya terhadap
birokrasi di semua tingkat pemerintahan dengan kalangan kapitalis yang
berkolaborasi dengan imperialisme untuk menghisap rakyat.
3. FEODALISME - Kalangan tuan tanah baik tuan tanah tradisional maupun
tuan tanah baru dalam bentuk perusahaan perkebunan pemonopoli tanah yang
menindas kaum tani.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar